Saturday, March 28, 2015

CMK


CMK

Pada suatu malam ku duduk di halaman rumah.melihat benda yang terdapat di langit rasanya indah sekali...!
Tidak seperti perasaanku yang sedih.penuh dengan ketakutan.karena kekasiku.pergi beberapa tahun yang lalu.sampai sekarang belum ada kembalinya...!
Tapi sebelum dia pergi.dia berkata padaku.aku akan kembali untukmu.
Tapi perasaanku tidak yakin.karena kamu.sebarang tidak ada kabarnya lagi.
Api cemburu ini terus membakar perasaanku.aku taku kau terpaling hati tapi aku masih punyak sedikit keyakinan kalu kau akan kembali untuk menepati jang jimu padaku.
Pada malam itu ku bertanya pada diriku sendiri apakah penantiaku akan sia-sia tapi aku sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan yang di timbulkan oleh diriku sendiri.oh tuhan siapakah yang bisa menjawab.pertanyaanku sendiri...?
Tanpa sadar air mataku terus menetes membasahi pipiku.
Pada saat itu Hanphonku berbunyi.ternyata Revan yang menelvonku.tetapi gembiranya hati ini setelah beberapa tahun tidak ada kabarnaya.kini Revan menelvonku.
Rasah sediku hilang seketika.saat Revan menelvonku bagaimana bunga yang telah lama layu.karena kekeringan.tapi tiba-tiba bunga itu di dalangi air hujan.akhirnya bunga itu kembali segar.itulah lambang perasaanki.lalu Revan berkata...!
Hy Linda bagaimana kabarmu.
Akupun menjawab.aku baik saja kalau kamu.akhirnya di antara kami terjadi sebuah dialog.
Revan : aku baik
Linda : kamu slama ini kemana.ko’ gak ada kabarnya
Revan aku lagi sibuk.Linda sebenarnya aku ada sesuatu yang ingin disampaikan.kepadamu.
Linda : sesuatu apa?
Revan : sebelum aku mengatakan.aku minta maaf ya,sebelumnya aku ingin memberitahukan padamu,kalau hari minggu 10 Juli.aku akan bertunangan dengan Wenda.
Tiba-tibaperasaanku terasah perih sekali hatiku terasa ter iris-iris.
Baru saja lukaku terobati.karena Revan mengabariku ternyata Revan membawa kabar yang sangat menyakitkan.yang menambah lukaku bukan mengobati lukaku.tapi makin membuatnya terluka...........
Aku pun berkata.kini pertanyaanku sudah terjawab bahwa penantianku telah sia-sia hatiku terus menjerit kesakitan,lalu handphone ku ke tanah tanpa aku sadari.ku terus menangis hanya air mata yg bisa kutuangkan sebagai tanda kesedihanku.tapi tiba-tiba handphone ku berbunyi lagi seteleh ku lihat ternyata Wenda yg menelfonku.Wenda lalu bercerita padaku bahwa tadi Revan telah melamarnya dan pesta pertunangannya akan dilaksanakan Hari Minggu 10 Juli hatiku bertambah sakit yang tiada terujung,kenapa Revan harus bertunangan dengan sahabatku sendiri.
Tanpa sadar aku pun tidur terlelap dan pagi-pagi sekali aku pergi ke kampus dengan diantar sopirku.
Setelah sampai di kampusaku menunggu Wenda.di depan kampus.setelah beberapa menit Wenda pun datang.betapa terkejutnya.aku setelah melihat Wenda datang,ternyata Wenda datang bersama Revan.
Wenda pun menyapaku “hai lin” tapi aku masih terbengung Wenda memukulku dan berkata pagi-pagi udah bengung.ohhh,aku tau kenapa kamu bengung.kamu lihat revan kan,calon suami aku itu memang tampan.
Aku pun menjawab: nothing special
Kenalan dulu dong....... kata Wenda lalu Revan berkata “hai namaku Revan”.
Aku pun menjawab “aku Linda”,lalu kami masuk ke dalam.lalu Wenda bertanya padaku linda bagaimana kabar pacar kamu.aku pun menjawab “baik-baik saja” seandainya Wenda tau yang sebenarnya pasti dia akan terluka.memang Wenda belum tau kalau sebenarnya pacarku adalah REVAN aku terpaksa bohong.karena kalau Wenda tau pasti dia akan terluka.
Biarkan aku saja yang terluka....... akhirnya bel pun berbunyi.aku dan Wenda satu kelas.lalu wenda berkata ayoooo masuk.aku bilang pada wenda.”kamu masuk duluan” aku mau ke kamar mandi, lalu aku pergi menuju kamar mandi,setelah aku berjalan tiba tiba tanganku ada yang menarik setelah ku melihat ternyata Revan yang menarik tanganku. “lepaskan tanganku Revan”. Revan berkata:” kenapa kamu bohong sama wenda?.”
Aku menjawab : “siapa yang bohong Revan?”   kenapa kamu menjawab kalau pacar kamu baik-baik saja padahal kan kita udah putus. Aku pun menjawab: aku g’ bohong, pacarku memang baik-baik saja kabarnya..kamu kira pacarku kamu apa?.aku udah punya pacar lain, Revan pun pergi.

Aku terpaksa bohong pada Revan. Sebenarnya sampai pada hari ini aku masih menyayanginya, aku pun kembali ke kelas, setelah sampai di kelas aku melihat Revan dan wenda mesra sekali, hatiku sangat sakit sekali, dan aku berkata. Biarkan aku yang terluka demi sahabatku sendiri. Setelah hari minggu 10 Juli pesta pertunangan Revan dan wenda pun dilaksanakan. Sebelum aku pergi ke pesta mereka.aku membuat sebuah puisi buat Revan.
sepeti inilah puisi yang kubuat untuk Revan
Sejuta cinta pernah ku tanam
 tuntunan kasihmu yang berhiasan sinar, namun tak sempat kutuai harapan
 cinta kupun layu seketika, saat senyummu pergi meniggalkan diriku bersama jeritan hatiku
 ku relakan kau bersamanya, biarkan aku yang pergi dengan cinta yang telah layu.
 Dan ku harap negeri sakura mampu mengobati hatiku
 meski aku tak yakin akan hal itu meski raga kita berpisah.
Namun hati kita tetap satu selamt tinggal kekasihku.......

Setelah sampai kesana acara pun di laksanakan, tukar cincin di laksanakan, ini harapan pun telah sirna mungkin ini yang terbaik untuk ku.
Aku pun keluar dari rumah Wenda dengan air mata yang berinang selama seminggu aku tidak masuk kuliah Wunda pun menelfonku “kenapa kau tak kuliah” aku jawab nggak papa aku Cuma capek aja. Kau punyak masalah ceritakan ya.
pasti Wen akhirnya aku putuskan ntuk kuliah setelah sampai disana tiba-tiba Revan memelukku aku pun berkata lepaskan nanti Wenda salah paham aku tidak mau bertengkar sama Wenda
namun tiba tiba Wenda datang aku terkejut sekali dan berburu buru melepaskan pelukan Revan dariku
lalu Wenda berkata : kenapa di lepas
aku berkata              jangan salah paham Wen aku bisa menjelaskan
Wenda                     aku sudah tau semuanya kalau kamu saling mencintai dengan Revan kenapa               kamu berbohong padaku
Linda                       maafkan aku Wen aku berbohong padamu karen aku takut kamu terluka
Wenda                     : tapi selama ini hati kamu terluka Lin
Linda                       : tidak apa apa biarkan aku saja yang terluka. Kamu kok bisa tau kalu Revan pacarku dulu
Wenda                    : tadi malam aku pergi kerumahnya Revan. Tapi Revan ada di kamarnya aku pun pergi ke kamarnya ternyata Revan sedang mandi aku melihat sebuah album di meja belajarnya Revan.
                         Setelah aku lihat albumnya ternyata di situ ada foto kamu dan Revan lalu kuminta penjelasan
                         Revan pun menjelaskannya
                         Memang dulu aku berpacaran sama Linda tapi aku harus pergi ke Singapur buat kuliah aku berkata pada Linda aku akan kembali untukmu
                         Setelah aku selesai kuliah di singapur aku pun kembali ke Indonesia aku senang sekali karena aku akan betemu dengan Linda
                         Tapi betapah terkejutnya setelah aku mendengar perkataan kedua oarng tuaku bahawa aku telah di jodohkan dengan kamu.
                         Tapi kedua arang tuaku masi nekat akhirnya dengan hati yang berat ku mengikuti perkataan mereka ku telfon Linda lalu aku bilang bahwa hari Minggu 10 Juli aku akan betunangan dengan kamu tapi tampa sempat ku jelaskan Linda pun menutup telfonnya
                         Uda la Lin sampai sekarang Revan masih mencintaimu cinta itu tidak bisa di paksa
                         Tapi bagaimana dengan kamu wen. Tidak apa apa ko’ kan aku uda bilang cinta tidak bisa di paksa
                         Revan pun berkata tapi itupun sudah terlambat karena Linda sudah punya pengganti
Wenda                     : emangnya kamu punya pacar lin?
Linda                      tidak aku bohong sama Revan aku bilang kalau aku punya pacar padahal tidak karena aku takut aku menjadi orang yang menggangu hubungan kalian dengan begitu Revan akan menjauh dariku
Wenda                     jadi Revan belum terlambat dong
Linda                       iya
Revan                      : Linda apakah kamu mau jadi kekasihku lagi
Linda                       : aku melihat ke wenda. Wenda pun menganggukkan kepalanya aku pun jawab iya
BY : SANTI LAILI